FOTO YANG BAGUS, YANG SEPERTI APA?

Kalau kita berusaha membuat foto yang lebih bagus, tentunya kita harus tahu dulu dong, foto yang bagus itu seperti apa.

Menurut saya, foto yang ‘dibilang’ bagus itu ada dua jenis:

– Bagus secara teknis. Foto yang bagus secara teknis ini mengikuti teori-teori fotografi; misalnya exposurenya pas, ketajaman cukup, white balance yang benar, dan sebagainya.

– Bagus secara estetis. Foto yang bagus secara estetis ini ya pokoknya yang enak dilihat. Bisa karena keindahannya, bisa karena maknanya, bisa karena hubungan pribadi dengan objeknya, dsb.

Saya cenderung memprioritaskan jenis foto yang kedua: foto yang enak dilihat. Apakah teknis tidak penting? Tentu penting, selama menambah nilai ke estetikanya. Terkadang foto yang tidak tajam pun enak dilihat, bahkan mungkin saja ada foto yang indah justru karena tidak tajam!🙂

Nah, sekarang, faktor-faktor apa sih yang mempengaruhi apakah sebuah foto itu enak dilihat? Menurut saya ada tiga faktor. Saya membahas tiga faktor ini dengan menggunakan analogi masakan, semoga membantu dan tidak malah membingungkan🙂

1. Bahan Mentah

Karena fotografi masih sebatas menangkap ada yang ada di dunia nyata (tidak bisa bikin foto hiu tanpa benar-benar ada hiu, misalnya) tentu saja bahan mentah menjadi faktor yang penting bagi suatu foto.Foto kucing yang lucu punya potensi yang lebih bagus daripada foto kucing borokan. Foto wanita cantik juga punya potensi lebih bagus daripada foto kambing gimbal. Bunga yang tanpa cacat juga akan potensial menghasilkan foto yang lebih bagus daripada bunga yang sudah digigiti serangga.

Meraknya memang dari sononya bagus

Karena itu, jika kita ingin meningkatkan kualitas foto, salah satu cara yang bisa diambil adalah dengan meningkatkan kualitas objek foto.

Meningkatkan kualitas objek foto ini sendiri bisa dilakukan dengan berbagai macam cara:

– Mencari tempat dan waktu hunting yang lebih bagus

– Memilih objek yang lebih bagus untuk difoto

– Mengutak-atik scene sehingga lebih bagus (memindahkan pot yang mengganggu, misalnya, atau memindahkan objeknya ke tempat lain yang lightingnya lebih bagus)

2. Bumbu

Oke, kita sudah memilih ‘bahan mentah’ yang bagus untuk difoto. Tapi masih ada ‘bumbu-bumbu’ yang mempengaruhi hasil akhir foto tersebut. Kalau ‘bahan mentah’ bisa diartikan secara kasar sebagai apa yang difoto, ‘bumbu’ ini bisa diartikan secara kasar sebagai cara kita memotretnya. Keputusan-keputusan yang kita ambil, baik secara teknis atau nonteknis, ikut mempengaruhi hasil akhirnya.

Bumbu-bumbu ini misalnya: bokeh, angle, framing dan komposisi, pemilihan focal length lensa, exposure, distorsi, tone, kontras, dsb.

Suatu foto bisa diperbaiki dengan menambah bumbu yang kurang. Suatu foto dengan bahan mentah yang biasa-biasa saja bisa menjadi foto yang bagus dengan bumbu yang bagus pula. Semakin banyak persediaan bumbu di dapur kita, maka kita punya potensi lebih untuk membuat foto yang bagus.

Di sisi lain, seperti juga dalam masakan, tidak berarti makin banyak/variatif bumbunya maka foto akan semakin bagus. Bumbu harus digunakan secukupnya, dalam porsi yang pas dan cocok dengan bahan mentahnya. Ini semua bergantung pada……

3. Resep

Tertangkap tidak kesan seramnya?

Tujuan kita adalah membuat foto yang bagus dengan sengaja dan konsisten. Karena ada faktor kesengajaan, maka sebaiknya semua keputusan yang kita ambil, baik mengenai bahan mentah ataupun bumbu, dilakukan dengan sengaja dan dengan tujuan memenuhi resep yang ada di bayangan kita.

Apakah kita ingin mengambil foto yang suram? Indah? Agung? Menakutkan?
Bahan mentah dan bumbu-bumbunya tentunya harus cocok untuk mendukung ‘tema’ tersebut.

Sebuah foto bisa menjadi foto yang bagus, walaupun bahan mentah dan bumbunya biasa-biasa saja, karena bahan dan bumbu itu bekerja sama dengan baik. Sebaliknya, foto dengan bahan mentah yang bagus dan bumbu yang bagus juga, bisa jadi foto yang kurang bagus (atau paling tidak: masih bisa diperbagus lagi) karena kurang berpadu dengan kompak.

Antara bahan mentah, bumbu, dan resep ini, tidak ada prioritasnya.

Kita bisa berangkat dari bahan mentah dulu (sedang hunting ke mana, misalnya), lalu memutuskan ingin membuat foto seperti apa dan bagaimana caranya.

Kita bisa berangkat dari resep dulu, ingin membuat foto seperti apa, lalu mencari objek yang pas dan memotretnya dengan cara yang pas pula.

Memang jarang ‘bumbu’ diprioritaskan, tapi bisa jadi ‘bumbu’ ini membatasi bahan mentah dan resep. Misalnya, jika tidak punya lensa tele maka tentu tidak akan memilih untuk memotret burung.

Yang lebih penting adalah: dari foto yang sedang kita amati (baik itu foto kita ataupun foto orang lain), aspek manakah yang berjasa membuat foto itu menjadi sebagus itu, dan aspek manakah yang bisa ditingkatkan untuk membuat foto itu lebih bagus lagi?🙂

Demikian pandangan saya tentang foto yang bagus. Bagaimana menurut Anda?🙂

MEMAHAMI SPEK DAN ISTILAH-ISTILAH LENSA KAMERA DSLR

Salah satu hal yang membingungkan saya dulu (..sampai sekarang) adalah spek dan istilah-istilah lensa. Bayangkan melihat lensa dengan nama sebagai berikut:

Tamron AF 17-50mm f/2.8 SP XR Di II LD Aspherical [IF] VC

Apa coba artinya? Panjang sekali! Dan penuh dengan singkatan! Lebih parahnya lagi, tiap produsen lensa menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk mengatakan hal yang sama.. Jadi kalaupun kita sudah paham arti istilah-istilah lensa Tamron, misalnya, kita tetap akan kebingungan melihat istilah lensa-lensa Sigma!

Lewat artikel ini saya berusaha menjelaskan apa saja spesifikasi yang bisa ada di lensa, beserta gunanya. Sayangnya saya belum hafal istilah yang digunakan masing-masing produsen lensa untuk menamai lensa mereka, jadi mungkin Anda perlu browsing sendiri untuk melihat daftar istilah yang digunakan untuk mengacu ke spek yang dijelaskan di sini.

1. Focal length (riil dan ekivalen)

Focal length adalah jarak titik focus lensa. Hal ini mempengaruhi: lebarnya bidang pandang lensa (FL ekivalen), tebalnya ruang tajam (FL riil), dan perbandingan ukuran benda-benda yang jaraknya berbeda dari lensa (FL ekivalen). Makin besar FL lensa, maka bidang pandang akan makin sempit (seolah-olah kita mendekati obyek), ruang tajam akan makin sempit (di jarak dan bukaan yang sama), dan benda-benda yang jauh (background) akan terlihat makin sama ukurannya dengan benda-benda yang dekat (foreground atau objek utama). Persamaan ukuran ini biasa disebut juga sebagai (efek) kompresi: karena benda-benda di belakang terlihat berukuran tidak terlalu berbeda dengan objek di depan, maka mereka terlihat seolah-olah berjarak lebih dekat satu sama lain.

Berbeda dengan definisi yang sering dipakai orang awam, lensa “zoom” berarti lensa tersebut mempunyai FL yang bervariasi. Misalnya seperti contoh di atas, mempunyai FL 17-50mm. Lensa yang bisa membuat kita seolah-olah mendekati objek disebut lensa tele (bukan zoom), dan lensa-lensa tele ini biasanya mempunyai FL 135mm ke atas. Di sisi lain, bisa saja lensa tele juga merupakan lensa zoom, misalnya lensa dengan FL 150-500mm (FLnya besar = tele, FLnya bervariasi = zoom). Kebalikan dari tele adalah wide (bidang pandang lebar, FL kecil).

Apa maksudnya FL riil dan ekivalen? FL riil berarti angka tersebut mengacu ke jarak fokus lensa itu sendiri. FL ekivalen sebuah lensa mengacu ke jarak fokus lensa yang jika dipasang di kamera fullframe akan mempunyai field of view (bidang pandang) yang sama dengan lensa tersebut (jika dipasang di kamera tersebut).
Misalnya: lensa 50mm jika dipasang di kamera Olympus PEN akan mempunyai field of view yang sama dengan lensa 100mm di kamera fullframe. Maka, lensa 50mm dikatakan mempunyai FL ekivalen sebesar 100mm di kamera Olympus PEN. Faktor pengali (2x lipat) ini disebut “crop factor”, yang dipengaruhi ukuran sensor kamera tersebut.

Tidak perlu bingung, karena kebanyakan yang menuliskan FL ekivalen adalah lensa yang terpasang di kamera pocket. Jika Anda melihat suatu kamera pocket menuliskan FLnya 28mm, kemungkinan besar FL riilnya hanyalah sekitar 5mm, dan 28mm tersebut adalah FL ekivalen.

Tidak semua lensa adalah lensa zoom. Ada juga lensa prime/fix, yang hanya mempunyai satu FL yang tetap. Misalnya, lensa 50mm. Kelebihan lensa 50mm ini adalah kualitas yang (biasanya) lebih bagus, dan aperture maksimal yang lebih besar. Apa itu aperture maksimal?

2. Bukaan/aperture maksimal

Kebanyakan lensa menuliskan aperture maksimal yang bisa digunakan lensa tersebut. Sebagai contoh, lensa kit/standar DSLR yang biasanya mempunyai spek 18-55mm, f/3.5 – 5.6. Spek ini berarti, lensa tersebut mempunyai rentang FL antara 18mm hingga 55mm. Di FL 18mm, lensa tersebut mempunyai aperture maksimal f/3.5; di FL 55mm lensa tersebut mempunyai aperture maksimal f/5.6.

Jika suatu lensa zoom hanya mempunyai satu angka aperture yang dituliskan, berarti lensa zoom tersebut mempunyai aperture maksimal yang sama, terlepas dari FL yang digunakan. Misalnya di contoh lensa 17-50/2.8 tadi, maka lensa tersebut bisa dibuka maksimal hingga f/2.8, dari FL paling wide (17mm) hingga paling tele (55mm).

3. Crop factor

Seperti yang dijelaskan di atas, kamera mempunyai crop factor. Untuk merk-merk DSLR kebanyakan, hanya ada dua jenis kamera: fullframe (tanpa crop factor, atau crop factor 1x) dan APS-C yang mempunyai crop factor 1.5x (Nikon, Sony, Pentax), atau 1.6x (Canon). Kamera fullframe mempunyai ukuran sensor yang lebih besar dibandingkan APS-C. Karena itu, lensa yang digunakan pun akan berbeda.

Lensa fullframe menghasilkan gambar yang lebih luas di bidang sensor, sedangkan lensa APS-C menghasilkan gambar yang lebih sempit, dan hanya cukup menutupi bidang sensor sebesar APS-C saja. Karena itu, lensa fullframe bisa digunakan di kamera APS-C, tapi lensa APS-C tidak bisa digunakan di kamera fullframe. Jika lensa APS-C digunakan di kamera fullframe, maka hasilnya akan vignetting (ada warna hitam di sekeliling foto), karena lensa hanya menghasilkan gambar di bagian tengah bidang sensor fullframe tersebut. Ini pun, tidak semua lensa APS-C bisa dipasang di kamera fullframe. Beberapa lensa bisa menjorok terlalu dalam hingga akan terpukul oleh gerakan lensa dalam kamera, misalnya.

Lensa crop factor APS-C vs. fullframe ini dituliskan sebagai: EF-S vs EF (Canon), DX vs FX (Nikon), Di II vs Di (Tamron), dsb.

4. Peredam getaran

Beberapa lensa mempunyai mekanisme peredam getaran. Jika kita memegang kamera dengan tangan, mau tidak mau kamera akan bergoyang, walaupun sedikit. Di shutter speed yang pelan, goyangan ini akan terlihat di hasil foto. Mekanisme ini memungkinkan elemen-elemen lensa untuk bergerak melawan arah goyangan/getaran tangan kita, sehingga mengurangi efek goyangan yang terlihat di foto.

Kebanyakan mekanisme peredam getaran bisa mengurangi getaran hingga 2 stop, yang berarti efek goyangannya akan dikurangi sehingga terlihat seolah-olah kita memotret dengan shutter speed 4x lebih cepat (sama dengan 2 stop).

Mekanisme ini disebut dengan IS (Canon), VR (Nikon), VC (Tamron), OS (Sigma), OSS (Sony E), dsb.

5. Motor/mekanisme focusing

Banyak produsen lensa yang menggunakan motor/mekanisme focusing yang berbeda di lensa mereka. Jika suatu lensa menggunakan mekanisme yang bagus, biasanya hal ini akan dicantumkan di nama lensanya. Mekanisme yang bagus biasanya berarti lensanya akan lebih cepat saat autofocusing, dan suaranya pun lebih halus.

Mekanisme ini disebut dengan USM (Canon), SWM (Nikon), USD/PZD (Tamron), HSM (Sigma), SSM (Sony), dsb.

6. Internal focusing

Lensa biasanya akan berputar dan memanjang/pendek saat focusing. Internal focusing berarti lensa tersebut tidak memanjang/pendek ataupun berputar saat focusing. Hal ini berguna saat Anda menggunakan filter yang perlu digunakan dengan sudut yang sama, misalnya GND atau CPL.

7. Rear focusing

Istilah rear focusing pada lensa berarti pada lensa melakukan focusing dengan menggerakkan elemen belakang. Hal ini mengakibatkan focusing menjadi lebih cepat dan halus.

Hingga titik ini, sebenarnya semua spek lensa yang penting sudah Anda ketahui. Istilah-istilah berikutnya hanya mengacu ke teknologi yang digunakan di elemen-elemen optis. Teknologi tersebut mempengaruhi hasil akhir foto, sehingga harusnya sudah tercantum dalam reputasi dan hasil review lensa tersebut.

8. Aspherical element

Aspherical element menandakan bahwa lensa tersebut menggunakan elemen optis yang bentuknya bukan bundar (saya juga tidak paham persis). Hal ini mengurangi efek cembung pada hasil foto, dan juga memungkinkan rancangan lensa yang lebih ringkas dan berkualitas.

9. Low dispersion

Apakah Anda pernah melihat warna keunguan (biasanya) di pinggir daerah-daerah yang cerah/berwarna putih di foto Anda? Hal ini disebut color fringing atau color aberration (CA). Low dispersion menandakan bahwa lensa tersebut mempunyai CA yang kurang daripada lensa yang tidak mempunyai low dispersion.

Masih banyak istilah-istilah lain yang mengacu ke berbagai macam hal. Silakan periksa website masing-masing produsen untuk melihat daftarnya.

Semoga berguna🙂

The Story of VANS

Paul Van Doren, lahir tahun 1930, tinggal di boston, keluar sekolah waktu dia baru naik ke kelas 3 smp.Akhirnya memutuskan untuk serius dalam hobinya, berkuda.Umur 14, dia sudah memulai ngetrek2 kuda dalam beberapa race lokal dan dapet nickname : ‘dutch the clutch’ karena stylenya yang aneh dalam berkuda. Ibunya kesal melihat dia kerjanya hanya bermain kuda, tidak menghasilkan uang, akhirnya dia dipaksa untuk kerja di pabrik sepatu sebagai buruh bikin sepatu dan penyapu lantai.

Dalam 20tahun kerja di pabrik sepatu dengan merek Randy’s tersebut, dibantu keuletannya bekerja, dia naik trus pangkatnya menjadi vice president dari Randy’s. Sesudah itu, dia memutuskan untuk keluar dari perusahaan sepatu itu, pindah ke southern california, membuat perusahaan baru bersama sahabat & adiknya. Dia akhirnya berhasil bikin perusahaan baru yang bernama Van Doren Rubber Company. Waktu itu,cuma ada 3 merek yg bikin vulcanized shoes atau (bisa dibilang) sepatu keds yaitu Randy’s,Keds dan Converse. Sekarang, say welcome to Vans. Peristiwa pada taun 1966 ini sekarang terkenal dengan istilah : The Birth of The California Style.
waktu untuk menyiapkan sebuah toko dengan pabrik dalam satu sistem cukup lama juga. Sebelum toko itu dibuka,di depan pintunya terdapat tulisan ‘Opening January!’. waktu bulan Januari persiapan belum selesai,tulisannya diganti jadi ‘Would You Believe February?’. tapi akhirnya tokonya buka pada tanggal 1 maret 1966. Pada hari pertama, terdapat 16 orang yg datang ke toko,melihat-lihat contoh sample sepatu yang disediakan dan akhirnya pembeli terus disuruh dateng lagi sorenya. Setelah dapet order si Paul Van Doren dan teman-teman langsung cepat-cepat masuk ke pabrik dan bikin sepatunya. Harga sepatu vans waktu pertama keluar = $ 4.99 sistem ini yg dianut vans waktu pertama kali buka. Sehabis itu,setelah toko mulai jalan dengan mulus seorang perempuan datang melihat-lihat di toko.Lalu dia bilang “ini pinknya bagus,tapi saya ingin pink yang lebih terang,itu juga kuningnya bagus,tapi ingin yang lebih tuaan kuningnya”.si Paul Van Doren berfikir,’tidak mungkin saya bikin 5 jenis untuk satu warna pink dan 5 jenis lagi buat warna yg lain’ trus dia langsung bilang “gini aja deh,mbak bawa kain dengan warna yg mbak suka,nanti kita bikinin sepatunya”. mulai saat itu, vans terkenal dengan konsep ‘custom shoes’.Vans jadi makin terkenal waktu mereka memulai membuat sepatu untuk sekolah-sekolah,team-team olahraga & cheerleader di seluruh California selatan.Pada taun 1975 dua orang skateboarder dari Santa Monica yaitu Tony Alva dan Stacey Peralta ingin bikin sepatu custom yg lebih custom lagi.Sehabis berbicara Vans akhirnya membuat tambahan panel suede di bagian tumit dan dikasih label ‘Off The Wall’,yang mulai hari itu jadi nama dari skateboarding shoes line dari Vans. Mereka juga mulai mensponsori kedua skater-skater tadi.Mereka Membayar Stacey Peralta sebesar $300 yang mau tour keliling dunia, untuk selalu Memakai sepatu Vans dimana pun dia berada.

Pada akhir taun 70an anaknya Paul Van Doren, Steve Van Doren melihaat sepatu temennya dicoret-coret dengan motif kotak-kotak kaya papan catur.Dia langsung berbicara sama Ayahnya,Lalu dia bikin slip-on checkerboard dengan warna putih bahan canvas dan warna item bahan karet di susun menjadi kotak-kotak, Lalu mereka mengeluarkan sepatu tersebut. Pada waktu yg sama,orang Universal Studios Hollywood meminta pasokan sepatu buat bikin film,Lalu Vans akhirnya mengirim stock checkerboard slip-ons dalam jumlah besar.Orang-orang film Fast Times at Ridgemont High itu langsung jatuh cinta & tergila-gila dengan sepatu itu mereka langsung menaruh sepatu itu di cover kaset/laser disc film itu dan juga mereka bikin scene di mana salah satu karakter film dipukul kepalanya pake sepatu tersebut.Setelah film itu keluar, Vans langsung kebanjiran order. Mereka yang selama ini tidak pernah menjual sepatu ke luar California mendadak dapet order dari seluruh Amerika. Ini menjadi kelahiran salah satu sepatu paling laku di dunia bahkan sampe sekarang yaitu The Checkerboard Vans Slip-Ons.

Awal 80’an,adik Paul Van Doren,Jim,co-founder yang menjabat sebagai president waktu itu memutuskan untuk membuat sepatu di luar sepatu keds.Mereka membuat sport shoes.Mereka ingin menyaingin nike,adidas,reebok dan puma.Bisa dibilang hampir semua keuntungan yang mereka dapet dari penjualan Vans checkerboard slip-ons yang fenomenal, mereka hambur-hamburkan dengan membuat sepatu sport yang tentu saja, materialnya jauh lebih mahal dari sepatu keds yang simple.Mereka membuat sepatu-sepatu berkualitas bagus dan mahal untuk basket, sepakbola, tennis, baseball, gulat.Walaupun si Jim dinasihatin oleh Paul Van Doren supaya tidak usah berangan-angan menyaingin nike yg sudah mapan, tetapi si Jim tidak mau mendengar.Resultnya bisa ditebak,Vans merugi besar dan utang $11juta-12juta dan akhirnya para petinggi masuk pengadilan karena tidak bisa membayar hutang sama perusahaan-perusahaan bahan mentah untuk membuat proyek sepatu sport mereka. Akhirnya pengadilan memutuskan si Jim dikeluarin dari Vans dan Paul Van Doren menjadi pemilik tunggal Vans.Paul langsung meres otak banting tulang untuk membayar hutang.Dia memulai dengan cara merubah material sepatu Vans.Mereka cuma beli material dari perusahaan tempat mereka mengutang.Keuntungan perusahaan dipotong untuk membayar hutang.Akhirnya setelah 3 tahun, Hutangnya lunas.Selama 3 tahun itu mereka sama sekali tidak menjalankan bentuk promosi.Sialnya waktu itu ada perusahaan baru muncul yang berada di segmen yg sama dengan Vans, yaitu Vision Streetwear. Dan mereka langsung promosi besar-besaran.Vans terpuruk waktu itu.Tahun 88,Steve Van Doren diajak Ayahnya main tenis.Dia tahu kalau Ayahnya tidak pernah dan tidak bisa main tenis.Jadi dia berfikir Ayahnya ingin berbicara serius.Ayahnyanya bilang ‘steve,apa yang ingin kamu jawab kalo ada orang datang ke kamu lalu menawar $75juta buat perusahaan kamu?’ si steve tanpa pikir panjang menjawab ‘jual.Ayah sudah siap untuk pensiun,enjoy life.apapun yg terjadi sama steve,steve akan baik-baik saja’.Akhirnya Vans dibeli oleh perusahaan McConval-Deluit Corp.Hak kepemilikan perusahaan Vans ada pada mereka selama 10tahun kedepan.Mereka yang mengatur Vans dengan membuat pabrik yang lebih besar di seluruh Amerika.

Pada tahun 90an produksi mereka turun sehingga semua bentuk produksi dipindah ke luar Amerika di China tepatnya.Mereka juga memulai lebih involve dengan culture anak muda waktu itu.Teori mereka,target mereka yaitu teenagers,65% laki-laki dan 35% perempuan dan anak-anak muda di bawah 16 tahun belom bisa bawa mobil kemana2 (ga punya sim) jadi apa yg mereka lakukan?main skate, maen surf, bikes and stuff.Jadi mereka mengakomodasi those excact things.Mereka membuat The Warped Tour dengan menonjolkan musik punk-pop melodics yang populer di kalangan ABG labil waktu itu.Mereka membuat The Vans Triple Crown Skate Contest yang menjadi batu loncatan Tony Hawk sampe jadi skater kaya raya sekarang.Hollywood juga ngebuat film yang judulnya Lords of Dogtown yang more or less menceritakan skateboard & Vans.Sekarang Vans dimiliki oleh VF corp dan bernilai $400juta.VF corp sendiri perusahaan unik mereka melakukan semacam research2 dengan membeli perusahaan youth culture.Mereka pernah membeli Bilabong,Quiksilver dll.

Material 
Canvas
Denim
Ballistic Mesh
( Sebuah material nilon dengan ketahanan luar biasa digunakan pada bagian teratas yang mana dapat mengalirkan udara dengan baik dan tahan terhadap goresan )
Glue
Rubber Outsoles

Vans Boutique & Shop :

Jakarta
PENNY
JL. Bangka Raya No.110
Graha Obor 2, Kemang
021-7182388
http://penny-613.com

7o7
Kemang (samping Aksara bookstore)
021-7180051

MY SHOES
Jl. Radio Dalam no 12
Jakarta Selatan
021-72788384

SKEMATIC
Jl. Pela Raya No.42
Radio Dalam Jakarta Selatan
021-7203394
http://skematic-online.com

Semarang
BUCK STORE
JL.Ngesrep Barat 1 NO 9
024-7478907


Solo / Surakarta

CANCER PREMIUM
Pined Perigee Wearhouse
Jl. Dr. Radjiman 234 Solo.

Bandung
ARENA
Jl.Ir. H Juanda # 207
022-2506444

Yogyakarta
FLATOUT STORE

GATE STORE
Jl. Kaliurang KM 5 Pandega Karya No.290
0274-9305577

Surabaya
ORE
Untung Surapati 83
031-568 2074

GLAMROCK
Jalan Wijaya Kusuma no.17
http://glamrockshop.com

Singapore
FAR EAST PLAZA :
Leftfoot
Warped

CINELEISURE
Vans Store
Leftfoot

TANGS ORCHARD

VIVOCITY
Vans Store

BUGIS
Vans Store

Seller FJB Recomended or Original
Adityo.
Gembalgembul
jckss
haqqy
mifune
sibaba
icancan
bzebzebze
sayurganja
decksnejder

LOMBA PHOTO LANJUT USIA TAHUN 2013

LOMBA PHOTO LANJUT USIA TAHUN 2013

Latar Belakang
Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia menyatakan bahwa upaya peningkatkan kesejahteraan sosial lanjut usia diselenggarakan berasaskan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kekeluargaan, keseimbangan, keserasian dan keselarasan dalam perikehidupan. Agar lanjut usia tetap dapat diberdayakan sehingga berperan dalam kegiatan pembangunan dengan memperhatikan fungsi, kearifan, pengetahuan, keahlian, keterampilan, pengalaman, usia dan kondisi fisiknya.Tujuannya adalah untuk memperpanjang usia harapan hidup dan masa produktif, terwujudnya kemandirian dan kesejahteraannya, terpeliharanya sistem nilai budaya dan kekerabatan bangsa Indonesia.
 

Sesuai prakiraan Badan Pusat Statistik bahwa jumlah lanjut usia pada tahun 2020 sekitar 28,8 juta dan pertumbuhannya lebih cepat dari pertumbuhan penduduk usia lainnya. Kondisi ini jika tidak diantisipasi dengan baik, maka tingkat ketergantungan lanjut usia akan menjadi tinggi sehingga membebani keluarga, masyarakat, dan pemerintah
Masalah lain tentang biologik, psikologik, dan sosial akan muncul pada lanjut usia sebagai akibat proses penuaan dan atau penyakit degeneratif. Terjadinya kemunduran dalam berbagai fungsi dan kemampuannya yang semula dimiliki serta berkurangnya peran di masyarakat sangat berpengaruh pada kemandirian, produktifitas dan inisiatif lanjut usia.
Komisi Nasional Lanjut Usia melalui berbagai kegiatan telah menyosialisasikan menua secara aktif  (active ageing) yang bertujuan agar para lanjut usia sesuai kemampuannya dapat berupaya untuk tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif selama mungkin. Dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional yang ke 18 pada 29 Mei 2013 direncanakan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk berpartisipasi dalam penanganan lanjut usia. Sehubungan dengan itu Komisi Nasional Lanjut Usia menyelenggarakan Lomba Photo Lanjut Usia tahun 2013. Lomba ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang lanjut usia yang masih sehat, aktif, berinisiatif, mandiri, dan produktif.

Tujuan

Umum : Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam penanganan masalah lanjut usia.
Khusus :
a. Terselenggaranya lomba photo tentang lanjut usia.
b. Menghimpun masukan, ide, inspirasi yang bermanfaat dari peserta sehingga memberikan daya ungkit besar terhadap peningkatan kepedulian masyarakat dalam penanganan lanjut usia.
c. Menarik minat pengambilan photo-photo kehidupan lanjut usia sebagai sumber inspirasi kepedulian terhadap lanjut usia.

Tema Lomba : Lanjut Usia yang yang  tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif dalam kehidupan di masyarakat.

Peserta Lomba :
Peserta lomba photo berasal dari seluruh wilayah Indonesia dari Komda Lansia, organisasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan, kelompok peduli lanjut usia, masyarakat umum dari segala usia, baik secara perorangan maupun kelompok.

Ketentuan Lomba
1. Photo yang diikutsertakan dalam lomba  adalah :
a. Hasil karya sendiri (asli) dan bukan reproduksi,
b. Belum pernah diikutsertakan dalam berbagai lomba photo,
c. Belum pernah dimuat dalam suatu media cetak,
d. Jumlah photo yang dikirimkan adalah  lanjut usia (obyek yang sama) sebanyak 3 (tiga) lembar dengan ukuran 10 R,
e. Berwarna, doft
f. Ketiga lembar photo tersebut :
– 1 lembar photo, lanjut usia yang sedang melakukan kegiatan sesuai minatnya, misalnya kegiatan ekonomi, mengajar, sedang bekerja,
– 1 lembar photo, lanjut usia yang sama sedang melakukan kegiatan bersama anggota masyarakat,
– 1 lembar photo lanjut usia diclose up yang  memperlihatkan masih sehat, ceria, aktif,  dan produktif.
2. Penilaian berdasarkan lanjut usia yang sedang melakukan kegiatan, ditambah lanjut usia yang sedang melakukan kegiatan bersama anggota masyarakat dan yang memperlihatkan lanjut usia tersebut masih sehat, ceria, aktif, dan produktif (seperti butir 1 f di atas)
3. Lanjut usia yang  dijadikan obyek dalam lomba photo berusia 70 tahun ke atas,
4. Semua photo yang dikirimkan menjadi dokumen dan kepemilikan Komisi Nasional Lanjut Usia.
5. Lanjut usia yang diikutsertakan dalam lomba photo ini adalah lanjut usia, dimana yang bersangkutan masih sehat, aktif, mandiri dan produktif dalam kehidupan di masyarakat lingkungannya,
6. Lanjut usia yang diikutsertakan dalam lomba photo agar dilengkapi dengan daftar riwayat hidup dan aktivitas yang bersangkutan saat ini,
7. Peserta lomba agar melampirkan photo copy KTP atau photo copy identitas resmi lainnya, daftar riwayat hidup, alamat lengkap, nomor telepon/ nomor handphone  yang dapat dihubungi,
8. Di belakang photo agar diberi keterangan sesuai dengan butir 1 f
9. Semua persyaratan dan 3 lembar photo yang dilombakan dimasukan dalam amplop dan dikirimkan kepada :

KOMISI NASIONAL LANJUT USIA

Gedung D Aneka Krida, Lantai 1
Kementerian Sosial
Jl. Salemba Raya No. 28, Jakarta Pusat
Telepon/Fax 021 3919559.
Atau dapat menghubungi Sdr. Tanti Pratiwi atau Nadia, atau Lilis Tri Purwani pada nomor  telepon 021 3919559

10. Dokumen lomba dikirimkan kepada panitia selambat-lambatnya tanggal :  30 April 2013
11. Pemenang I, II dan  III akan diundang pada upacara Hari Lanjut Usia tahun 2013 dan tidak dapat diwakilkan,
12. Pengumuman pemenang pada tanggal 20 Mei 2013 di Website: komnaslansia.or.id
13. Hadiah bagi pemenang  diberikan :
a. Pemenang I
Hadiah I iPad
b. Pemenang II
Hadiah II iPad
c. Pemenang III
Hadiah III iPad
d. Pemenang Harapan I
Hadiah Harapan I Blackberry
e. Pemenang Harapan II
Hadiah Harapan II Blackberry
f. Pemenang Harapan III
Hadiah Harapan III Blackberry
14. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Lansia1Lansia2

Lansia yang tetap semangat, optimis dan ceria

Lansia3

Silaturahhim adalah kegiatan yang bermanfaat bagi Lansia

Lansia4

Melakukan kegiatan agar otak tetap terpelihara dan Lansia tidak cepat pikun

Lansia5

Olah raga mutlak bagi Lansia agar tetap sehat

 

Logo

KOMISI NASIONAL LANJUT USIA

LOMBA PHOTOLANJUT USIA
TAHUN 2013

Sekretariat
Gedung D Aneka Krida Lantai 1 – Kemensos RI
Jl. Salemba Raya No. 28 Jakarta 10430
Telp./Fax : (021) 3919559 – 39103591 ext. 2833

Web : http://www.komnaslansia.or.id
Email : komnaslansia@yahoo.com

 

Sumber : http://www.komnaslansia.or.id